Beam on Elastic Foundation

Setelah sekian lama tidak mendapatkan problem Beam on Elastic Foundation, kali ini tanpa dinyana mendapatkan lagi tugas menyelesaikan problem ini. Secara teknis sebenarnya tidak terlalu sulit apabila ada perangkat lunak yang membantu, tetapi berbagai perangkat lunak yang ada, harga lisensinya cukup lumayan. Dan yang jadi kendala, supplier “tunggal” perangkat lunak paling top dinegeri ini sangat tidak friendly, padahal kita mau beli sayangnya selalu di “ketus” si dalam balasan-balasan emailnya. Sepertinya saya akan beralih keperangkat lunak yang supplier Indonesia-nya paling bersahabat. Harusnya prinsipal perangkat lunak diluar sana, sadar deh untuk Indonesia tidak boleh pakai agen tunggal, harus dibanyakin agennya agar kagak belagu ama calon konsumen. ( calon aja diketusin, bagaimana kalau udah kadung beli dan ada trouble ..ihikss amit amit ). Anyway btway, para supplier perangkat lunak yang bukan agen tunggal, cukup baik pelayanannya. Bahkan nguber-nguber untuk mempresentasikan. (Anda tentu tahu perangkat lunak teknik sipil/arsitek yang suppliernya cukup banyak, dan servicenya oke banget).

Kembali ke topik Beam on Elastic Foundation, tugas kali ini adalah medesain balok pondasi dari beton bertulang (RC) yang dibebani rel runway Gantry Crane 20ton. Usulan saya, balok RC tersebut diberi pondasi-dalam berupa tiang pancang yang dipasang per jarak  3m, agar dijamin tidak menemui kendala akibat resiko potensial terjadinya settlement.  Sehingga operasional Gantry Crane terjamin tidak pernah terputus untuk melayani dan mencetak “laba”. Tetapi pemilik Gantry Crane tidak menyetujui penggunaan pondasi-dalam, dan memutuskan menggunakan Balok-pondasi yang diletakkan diatas tanah dielevasi -1m.

Alasan usulan menggunakan tiang-pancang karena berdasarkan pengalaman, tanah-kerasnya didaerah tersebut, dilapisan cukup dalam antara 10-15m. Mungkin dulu treatment pemadatan tanah diproyek sangat baik, sehingga pemilik proyek yakin kalau tanpa pondasi-dalam tidak akan menimbulkan masalah.

Cerita selanjutnya adalah pembebanan, yaitu beban diroda-roda Gantry, sepenuhnya dilimpahkan ke balok-pondasi RC, akibat beban tersebut balok-pondasi menyalurkan beban roda Gantry ke tanah dan akan menambah tegangan tanah persis dibawah sisi balok paling bawah. Nah disinilah timbul problem Beam on Elastic Foundation yang harus diselesaikan.

Nah, untuk menyelesaikan problem ini, diperlukan modelisasi matematika yang realistik bagaimana hubungan antara “balok-pondasi RC dengan tanah” agar didapatkan bidang momen-geser-defleksi di balok-pondasi sehingga kita engineer dapat mendesain-menghitung struktur konstruksi balok-pondasi dengan aman dan ekonomis. Untuk teori-teori tentang modelisasi matematika-nya ini dapat dibaca ditautan ini : http://www.2shared.com/document/mhpK3glT/Maspicard-Beams_on_elastic_fou.html.

Agak memusingkan ya, ini referensi yang lebih beradab : http://www.2shared.com/document/bfSbhEcH/Maspicard-Beams_on_Elastic_Fou.html

Atau ini makalah yang paling saya sukai untuk plat beton diatas tanah : http://www.2shared.com/document/VvnqBggM/Maspicard-Analyse_Plate_on_Ela.html

Dari teori diatas, hanya perangkat lunak komersial-lah yang dapat membantu kita. Karena sebab musabab lisensi perangkat lunak saya yang sudah kedaluwarsa (mau beli yg baru tapi supliernya belagu), dan sebagai PKL cash-flow sedang seret-seretnya, maka saya putuskan mencari koleksi software lama, kebetulan 10 tahun lalu pernah beli software untuk analisa Beam on Elastic Foundation dan hanya bisa berjalan di XP disatu komputer lama saya yang sudah pensiun. Dan tek..tek..tek 20 menit berjalan persiapan data-data input, untuk penampang Balok-pondasi tidak masalah tetapi properties tanah dalam term ks-modulus subgrade yang saya tidak punya acuan. Sehingga saya mendesain pondasi yang berhubungan dengan tanah, tetapi data tanah real-time tidak ada, yang disebabkan tidak adanya soil-investigation. mau gak mau saya menggunakan jurus asumsi, yang saya terjemahkan dengan menggunakan ks medium dense sand yang menurut Bowles berkisar 9600-80000 kN/m3.

Mungkin pemilik pekerjaan mempunyai pertimbangan lain untuk tidak melaksanakan soil-investigation. Dan saya sebagai engineer dituntut (diperkosa) agar tetap dapat membuat report tanpa data valid kecuali data verbal bahwa tanah dilokasi kuat untuk menahan beban Balok-Pondasi dan Gantry Crane-nya. Akhirnya jrenggg jadilah reportnya, boleh diintip draft-reportnya : http://www.2shared.com/document/yoLXwC-e/Maspicard-SSB_MGU_balok_pondas.html

Demikian cerita tentang problem Beam on Elastic Foundation, Rumusan Matematiknya, Permodelan Komputasi-nya, Program Komputer terkait lisensi, menentukan ks-nya konstanta spring tanah, dan contoh kesederhanaan Report sehari-hari untuk menangkap segala keterbatasan data engineering.

Wass,

Selamat Mudikkkk…..

Gantry Crane
Gantry Crane
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s